Pesona Alam Raya 3

Tuesday, November 9, 2010


PLANET YANG TIADA TARANYA: BUMI


Pikirkanlah sejenak tentang apa yang diperlukan manusia untuk tetap bertahan hidup. Air, matahari, oksigen, atmosfer, tumbuh-tumbuhan, dan hewan… Segala macam perincian, segala macam keadaan yang dapat atau tidak dapat Anda pikirkan pada saat itu sudah tersedia secara alami di bumi. Selain itu, bila kita mengkaji lebih jauh, kita dapat melihat bahwa semua kebutuhan pokok hidup ini memiliki jalinan seluk-beluknya yang saling terkait, dan bahwa segala hal ini terdapat dalam keadaan sepenuhnya sempurna di bumi. Segala sesuatu di bumi, makhluk hidupnya, tetumbuhannya, langit, dan lautan, semuanya telah diciptakan dengan cara yang terbaik dan lengkap sempurna agar sesuai dengan keberadaan dan kelangsungan hidup umat manusia.
Selain bumi, ada pula planet-planet lain di dalam tata-surya kita. Tetapi, di antara planet-planet ini, satu-satunya planet yang memungkinkan adanya kehidupan adalah bumi. Jarak antara bumi dengan matahari, kecepatan perputaran bumi pada sumbunya, kemiringan sumbu bumi terhadap orbitnya, struktur permukaan bumi, dan berbagai faktor lepas lainnya yang sejenis, memungkinkan planet kita menikmati kehangatan suhu yang sesuai bagi kehidupan dan dapat menyebarkan kehangatan ini di seantero bumi secara merata. Susunan lapisan udara bumi serta ukuran bumi juga tepat sesuai kebutuhan. Cahaya yang sampai kepada kita dari matahari, air yang kita minum, dan makanan yang kita nikmati semuanya sangat sesuai bagi kehidupan kita.
Singkatnya, segala tinjauan terhadap planet yang kita huni akan menunjukkan kepada kita, bahwa bumi dirancang terutama untuk manusia. Agar kita dapat melihat bahwa keadaan di bumi dirancang secara khusus, kita cukup melihat kondisi di planet-planet lain secara kasar. Ambillah Mars, misalnya. Lapisan udara di Mars merupakan campuran beracun yang mengandung karbondioksida dalam kadar tinggi. Tidak ada air di permukaan planet. Kawah besar yang terjadi akibat tubrukan meteor raksasa tampak jelas dalam gambar di sebelah kanan ini. Begitu pula dengan cuaca, sering terjadi badai raksasa dan badai pasir yang berlangsung selama berbulan-bulan tanpa henti. Suhu rata-rata -53 oC (-64oF).
Dengan mempertimbangkan ciri-ciri ini secara keseluruhan, Mars, yang memiliki paling banyak kesamaan dengan bumi di antara planet-planet yang berada di sekitar kita, jelas merupakan planet mati yang tidak memungkinkan adanya kehidupan. Perbandingan ini dengan gamblang menunjukkan bahwa ciri-ciri yang menjadikan bumi sebuah tempat yang dapat dihuni benar-benar merupakan nikmat yang tidak terkira. Dia Yang menciptakan seluruh jagat raya, membentuk dengan sempurna bintang-bintangnya, planet-planet, pegunungan dan lautan, adalah Allah. Sepanjang kehidupan kita, kita harus berterimakasih atas nikmat dan ciptaan-Nya, dan menjadikan-Nya sahabat dan pelindung. Allah, Pemilik segala sesuatu, adalah pemilik segala pujian. Allah menyampaikan hal ini dalam Al-Quran:

Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl, 16: 17-18)
READ MORE - Pesona Alam Raya 3

Pesona Alam Raya 2


DARI TIDAK ADA MENJADI ADA:
DENTUMAN BESAR (THE BIG BANG)

Tahukah Anda bahwa segala sesuatu yang Anda lihat di sekitar Anda, tubuh Anda sendiri, rumah yang Anda huni, kursi yang Anda duduki, ayah dan ibu Anda, pepohonan, burung-burung, tanah dan buah-buahan, singkatnya, semua makhluk hidup dan benda mati yang mampu Anda bayangkan, timbul melalui bergabungnya atom-atom yang disebabkan oleh “Dentuman Besar” atau Big Bang? Sadarkah Anda akan kenyataan bahwa, setelah ledakan ini, muncullah keteraturan yang sempurna di seluruh jagat raya? Lalu, apakah “Dentuman Besar” itu?
Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut “Dentuman Besar” atau Big Bang.
Penciptaan suatu keteraturan sempurna menyusul peristiwa Big Bang sama sekali bukanlah gejala yang dapat dianggap sebagai peristiwa biasa. Pikirkanlah tentang kenyataan bahwa beribu-ribu jenis ledakan sering terjadi di bumi, tetapi tak ada keteraturan yang dihasilkannya. Bahkan sebaliknya, semua itu mengarah ke akibat yang menghancurkan, merusak, dan membinasakan. Contohnya, bila bom atom atau bom hidrogen, letusan gunung berapi, ledakan gas alam, dan ledakan yang terjadi di matahari diamati, kita dapat melihat bahwa dampak yang ditimbulkannya selalu membahayakan. Akibat yang bersifat membangun keteraturan atau sesuatu yang lebih baik tidak pernah diperoleh sebagai akibat dari suatu ledakan. Akan tetapi, menurut data ilmiah yang diperoleh dengan bantuan teknologi modern, Big Bang, yang terjadi ribuan tahun lalu, menyebabkan perubahan dari tiada menjadi ada, bahkan menghadirkan keberadaan yang sangat teratur dan selaras.
Sekarang, mari kita pikirkan contoh berikut: Di bawah tanah, terjadi ledakan dinamit dan, setelah ledakan ini, istana paling indah yang pernah disaksikan dunia, lengkap dengan jendela, pintu, dan perabotan yang mewah dan indah, tiba-tiba muncul. Masuk akalkah untuk menyatakan bahwa, “Ini menjadi ada secara kebetulan”? Dapatkah istana itu terwujud dengan sendirinya? Tentu saja tidak!
Alam semesta yang terbentuk setelah Big Bang merupakan sistem yang demikian hebat, terencana dengan sangat cermat, dan menakjubkan sehingga ini sudah pasti tidak mungkin disejajarkan dengan istana yang ada di bumi. Dalam keadaan seperti ini, sama sekali tidak masuk akal untuk menyatakan bahwa alam semesta menjadi ada dengan sendirinya. Alam semesta tiba-tiba saja muncul menjadi ada dari ketiadaan. Hal ini menunjukkan kepada kita keberadaan Pencipta Yang menciptakan benda atau materi dari ketiadaan dan Yang menjaganya setiap saat dalam kendali-Nya. Dialah Yang Maha Bijaksana dan Mahakuasa. Sang Pencipta ini adalah Allah, Yang Mahaperkasa.
READ MORE - Pesona Alam Raya 2

Pesona Alam Raya 1

Kebetulan Yang Mustahil

Orang-orang yang merancang dan mendukung teori-teori kebetulan adalah hasil dari pola pikir evolusionis dan materialis. Dengan berkata bahwa alam semesta tidak mempunyai awal maupun akhir, dan bahwa alam semesta bukan hasil ciptaan Sang Pencipta, kalangan ini menyatakan bahwa bermiliar-miliar galaksi, yang terdiri dari bermiliar-miliar bintang, dan semua benda angkasa, planet, bintang, dan sistem sempurna yang memungkinkan semuanya itu tetap berlangsung, semuanya ini muncul sebagai akibat dari serangkaian peristiwa kebetulan yang tidak terkendali. Dengan cara yang sama, mereka menyatakan bahwa, kendatipun ada keteraturan yang menakjubkan di alam semesta ini, makhluk hidup juga terwujud menjadi ada dengan sendirinya secara kebetulan dan nirsengaja.
Dengan penjelasan ini, tampak bahwa mereka menganggap “kebetulan” sebagai kekuatan yang memiliki daya cipta. Padahal, menganggap sesuatu selain Allah sebagai kekuatan pencipta tidak lain adalah tindakan menuhankan berhala (musyrik). Dengan kata lain, para evolusionis memiliki berhala yang bernama “kebetulan.” Hal ini akan jelas terlihat oleh siapa saja yang mengamati karya-karya para penganut Darwinisme.
Contoh-contoh makhluk hidup yang diyakini para evolusionis diciptakan oleh “berhala kebetulan” berjumlah tidak terhitung. Misalnya, para evolusionis percaya bahwa sel paling pertama yang menjadi asal mula semua makhluk hidup adalah hasil karya berhala ini. Menurut keyakinan ini, suatu ketika, disebabkan oleh halilintar, hujan dan berbagai peristiwa alam lainnya, sekumpulan atom berdatangan dan saling bergabung tanpa ada rencana sebelumnya untuk membentuk asam amino. Kemudian asam-asam amino ini bergabung membentuk protein, bahan baku dasar bagi pembentukan sel-sel semua makhluk hidup. Proses ini dilaksanakan oleh kekuatan yang disebut kebetulan. Lalu, dengan cara ini, protein langsung membentuk sel hidup yang paling pertama ada, lagi-lagi secara kebetulan tanpa disengaja. Tetapi, pekerjaan “kebetulan” belum juga selesai.
Menurut cara berpikir para evolusionis yang tidak masuk akal tersebut, “berhala kebetulan” ini sendiri juga merupakan cikal-bakal kemunculan berjuta-juta jenis makhluk hidup di bumi. Mula-mula sang berhala ini mengadakan seekor ikan, dan kemudian, setelah berpikir bahwa satu jenis ikan saja tidak akan cukup, sang berhala membentuk ratusan ribu jenis (spesies) ikan. Karena beratus-ratus ribu spesies ikan masih belum cukup, sang berhala juga memunculkan makhluk laut lain di samping ikan dan menciptakan lingkungan hidup yang indah memukau di dasar laut. Lalu, si “berhala kebetulan” ini juga berpikir bahwa kehidupan bawah laut belumlah cukup, maka ia pun mempersiapkan perubahan struktural tertentu di dalam tubuh ikan sehingga memungkinkannya hidup di daratan. Melalui perubahan bertahap yang acak, sirip ikan tanpa diduga berubah menjadi kaki, dan insangnya tanpa disengaja berubah menjadi paru-paru sehingga ikan dapat bernafas dengan udara. Akan tetapi, semua itu belum mencapai keanekaragaman makhluk hidup sebagaimana yang kita lihat sekarang, sehingga “si kebetulan”, konon kabarnya, terus melaksanakan kekuatan gaibnya …
Seperti yang akan kita saksikan nanti dalam berbagai contoh, makhluk hidup hanya dapat bertahan hidup jika organ-organ tubuh mereka sudah dalam keadaan lengkap dan berbentuk sempurna. Tidak berfungsinya sejumlah organ dapat menyebabkan kematian pada suatu makhluk hidup dalam beberapa menit atau, paling lama, dalam beberapa hari. Akan tetapi, menurut pernyataan para evolusionis, “berhala kebetulan” ini telah berpikir, merancang, dan membentuk seluruh seluk-beluk makhluk hidup secara sadar, sangat hati-hati, tanpa cacat dan secara sempurna selama berjuta-juta tahun.
Sebagaimana yang dapat kita pahami dari contoh-contoh ini, bagi para evolusionis, “kebetulan” adalah sejenis tuhan yang dapat membuat apa saja yang diinginkannya, membentuk segala sesuatu yang diinginkannya dengan segera, dan mengubah satu binatang menjadi binatang jenis lainnya. Selain melakukan semua ini, sang tuhan dapat mengatur warna, penampakan, dan rasa semua makhluk hidup dan tak hidup dengan seindah mungkin.
“Berhala kebetulan” meletakkan vitamin dalam buah-buahan sesuai musimnya dan menjadikannya segar berair dan menyehatkan. Sang berhala memastikan bahwa aroma dan rasanya serupa di mana-mana. Dia juga memiliki pengetahuan tentang bagaimana menempatkan semua informasi yang akan senantiasa diperlukan oleh tumbuhan dalam sebutir biji yang mungil.
Apa yang sudah kita sebutkan sejauh ini merupakan dasar berpijak bagi pernyataan hasil pemahaman kaum materialis dan evolusionis. Tentunya sudah menjadi fakta yang jelas bagi setiap orang yang bijak dan berhati nurani bahwa semua contoh ini tidak dapat diwujudkan secara “kebetulan”, yang merupakan satu-satunya penjelasan yang dikemukakan kalangan evolusionis. Sekarang pikirkanlah hal ini: dapatkah serentetan kebetulan bergabung dan membentuk jalan raya atau mendirikan perusahaan angkutan serta memastikan semua ini akan berjalan dengan lancar? Tak diragukan lagi, mustahil hal-hal semacam ini terjadi secara kebetulan tanpa sengaja. Seperti halnya tidak mungkin sebuah perusahaan angkutan didirikan secara kebetulan, tidak mungkin pula sistem peredaran darah di dalam tubuh terjadi secara kebetulan. Sebagaimana halnya dengan sekelompok orang yang membuat bagian-bagian baja Menara Eiffel satu per satu, memotongnya menjadi sejumlah potongan berukuran tertentu, merancang menaranya, merakit bagian-bagiannya sesuai dengan cetak-biru serta membuatnya kukuh, maka ada Kekuatan Yang menciptakan tulang-tulang manusia. Tulang-tulang ini, yang semuanya berukuran sesuai kebutuhan, diletakkan di tempat yang paling tepat, agar sesuai dengan rancangan tubuh manusia, lalu kerangka yang kuat diciptakan dari sambungan tulang-tulang ini. Inilah kekuatan yang berkuasa atas segalanya di alam, meliputi segala sesuatu. Tidak dapat dibandingkan dengan apa pun juga. Pemilik kekuatan ini adalah Allah, Dialah sang Pencipta langit dan bumi beserta segala sesuatu di antara keduanya.
Semua perbandingan yang telah dibuat sejauh ini serta contoh-contoh yang diberikan di sepanjang buku ini merupakan sebagian kecil saja dari keanekaragaman karya seni Allah yang sempurna dalam penciptaan. Misalnya, hanya sejumlah kecil ciri-ciri umum kupu-kupu yang disebutkan di sini, sementara, telah ditulis berlembar-lembar halaman buku penuh membahas tentang mata kupu-kupu saja. Selain itu, terdapat banyak jenis kupu-kupu yang berlainan, masing-masing memiliki serangkaian ciri yang khas. Dalam buku ini, hanya sedikit seluk-beluk tubuh manusia yang dibahas secara umum, tetapi sudah ada berjilid-jilid buku tebal dan karya-karya penelitian yang membahas tentang tulang saja. Ada buku-buku yang berisi halaman khusus yang membahas kornea mata manusia, sayap seekor serangga, dan bahkan tentang bahan pembentuk sayap ini.
Semua ini menunjukkan bukti nyata akan keberadaan Allah. Allah meliputi segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya, dan semua orang yang memahami hal ini akan segera melihat kehebatan yang ada dalam penciptaan. Semua orang akan memahami kebesaran Allah, sesuai dengan derajat kearifan dan hati nuraninya. Begitu pula, kewajiban terpenting seseorang yang telah mulai memahami kekuasaan dan karya seni Allah yang tak ada habisnya adalah kembali kepada Pencipta sebenarnya dari keindahan yang dilihatnya itu, serta menjalani kehidupan yang hanya ditujukan untuk memperoleh ridla Allah semata. Dalam Al Quran, Allah memberi tahukan kepada kita tentang kekuasaan-Nya sebagai berikut:
(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah, Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’aam, 6:102)
READ MORE - Pesona Alam Raya 1

10 lubang terbesar di bumi

Monday, November 8, 2010

wah….. ternyata di bumi yang kita tempati sekarang ini banyak lubang besar bukan hanya ozon yang berlubang. Mungkin gak ya.. kalo buku fiksi yang berjudul ” JOURNEY TO THE CENTER OF THE WORLD” itu ada benarnya….. liat aja ndiri lubang2 yang ada di bawah ini 1. Darvaza Gas Crater
Turkmenistan, Lubang gas alam ini mulai ditemukan para ahli geologi pada tahun 1971, ketika pada saat itu sedang menggali untuk mencari gas alam lalu secara tiba-tiba tanah galian yg ada dibawah nya amblas secara tiba-tiba, dan meninggalkan lubang yg sangat besar, guna menghindari gas beracun yg keluar dari lubang tersebut maka lubang tersebut dibakar, dan apinya masih menyala hingga saat ini
2. Kimberley Diamond Mine
Afrika Selatan, dikenal juga dengan the Big Hole penyandang gelar galian tanah dengan menggunakan tangan manusia terbesar di dunia. Pada 1866 sampai dengan 1914 sebanyak 50.000 pekerja menggali dengan menggunakan picks and shovels guna mencari 2,722 kg berlian.
3. Monticello Dam
USA, Dam / bendungan? yg berada di Napa County, California dengan menghasilkan rata-rata 48,400 cubic feet per second air
4. Birmingham Canyon Mine
USA, tambang tembaga ini berada di Oquirrh mountains, Utah dengan kedalam 1,2 km dan lebar 4 km adalah tambang terbesar yg pernah dibuat oleh manusia
5. Great Blue Hole
Belize, berada di perairan belize dengan kedalam 400 kaki dengan diameter 1000 kaki, terbentuk sejak jaman es
6. Mirny Diamond Mine
Unisoviet, tambang ini mempunyai kedalaman 525 meter dengan diameter 1200 meter, sekarang tambang ini sudah tidak beroperasi lagi, ketika tambang ini masih aktif dibutuhkan waktu perjalanan memakai truk selama 2 jam dari permukaan kedasar tanah. wooaw
7. Diavik Mine
Diavik Mine – Canada, Berada di sebelah utara kanada dibuka tahun 2003 dengan menghasilkan 1.600 kg berlian tiap tahunnya
8. Sinkhole
Guatemala, Kemunculan lubang ini di mulai tahun 2007, dengan menelan lusinan rumah & menewaskan 2 orang, karena kejadian ini pula ribuan penduduk disekitarnya harus di ungsikan. lubang ini disebabkan karena hujan
9. Udachnaya Pipe
Udachnaya Pipe – Russia, adalah tambang permata rencananya tambang ini akan berhenti tahun 2010, tambang ini ditemukan tahun 1955 dengan kedalaman 600 meter.
10. Chuquicamata
Chuquicamata – Chili, adalah tambang penghasil tembaga terbesar di dunia dengan kedalaman 850 meter.
Afrika Selatan, dikenal juga dengan the Big Hole penyandang gelar galian tanah dengan menggunakan tangan manusia terbesar di dunia. Pada 1866 sampai dengan 1914 sebanyak 50.000 pekerja menggali dengan menggunakan picks and shovels guna mencari 2,722 kg berlian.
READ MORE - 10 lubang terbesar di bumi

Rossi 46 dengan Ducati Desmosedici GP 11

VISORDOWN.COM/"PRLM"
 Bagi fans Juara Dunia sembilan kali GP Valentino Rossi yang ingin menyaksikan aksi "The Doctor" dengan Ducati Desmosedici GP11-nya di sesi tes resmi pascamusim di Valencia, bisa dinikmati di saluran Eurosport, demikian dilaporkan "Visordown".
Pemirsa yang menggemari olahraga pemacu adrenalin ini bisa menyaksikan di layar kaca aksi-aksi para pembalap di kelas para raja MotoGP pada Jumat, (12/11) waktu setempat. Pada Jumat (12/11) pukul 16.45 waktu setempat, Eurosport akan menayangkan sesi tes resmi pascamusim yang dilakukan oleh Valentino Rossi dengan Ducati Desmosedici GP11-nya untuk pertama kalinya.
Pembalap Italia berusia 31 tahun ini akan mengenakan baju balap (livery) serta motor Ducati yang serba hitam serta minus logo sponsor sebagai permintaan dari pihak Yamaha
READ MORE - Rossi 46 dengan Ducati Desmosedici GP 11

Kaki-kaki Tanpa Sepatu

“Selalu ada lain kali dalam hidup,” tegas Kim Sin Hwan. Malam itu ia mencoba menghibur diri yang untuk kesekian kalinya harus menerima kenyataan gagal dalam usaha memperbaiki kualitas hidupnya.
 
Foto: Flickr/Nick Anderson
Malam itu, untuk kesekian kalinya Kim harus memahami bahwa hidupnya lebih berat dari yang ia kira, kedatangannya ke Timor Leste untuk memulai investasinya di bidang konstruksi dan kopi buyar sudah karena negeri bekas koloni Indonesia itu ternyata tidak semakmur yang ia kira.
“Nyaris tidak ada apa-apa disini, negeri ini terlalu miskin, perang saudara berkepanjangan telah merontokkan mereka,” ujar Jang seorang pegawai kedutaan besar Korea Selatan yang ‘menyelamatkannya’ dari penipuan siang itu.
Inilah awal dari pertemanan dua Korea di negeri baru yang saat itu—di tahun 2004—sedang dipimpin oleh Xanana Gusmao, pemimpin perjuangan kemerdekaan Timor. Inilah sequence awal film Barefoot Dream karya Kim Tae Gyun yang akan menjadi submisi resmi Korea Selatan di Academy Award 2011 ini.
Dua orang ini adalah karakter nyata yang ditransformasikan lewat film luar biasa dengan setting lokasi memanjang dari Dili dan Baucau di Timor Leste, Pulau Sumatra di Indonesia dan Hiroshima di Jepang. Kim adalah seorang mantan pemain Sepakbola, anggota tim junior Korea Selatan menuju Piala Asia Junior di Qatar 1984. Sempat bermain di K-League dan disebut sebagai seorang pemain muda paling berbakat di Korea saat itu.
Tapi, nasib tidak benar-benar membawanya kemana-mana, nama ini praktis hanya 2 kali dipanggil ke tim Taeguk Warrior. Seiring dengan cedera yang didapat, Kim memutuskan untuk pensiun muda dan menyiapkan karir lain yang ternyata membawanya ke negeri muda bernama Timor Leste. Dengan cara bertutur yang sangat baik dan khas film-film drama Korea lainnya, Barefoot Dream juga mampu bercerita dengan sangat lugas, tak berlebihan apalagi mendayu namun tetap mampu menyentuh selama 121 menit durasinya.
“Tapi…sebagai orang Indonesia yang tergila-gila pada Sepakbola, film ini memberi dorongan lain yang membuat saya jadi jauh lebih emosional daripada filmnya.”
Sebelas tahun lalu saat negeri itu masih menjadi bagian dari negeri ini, saya berada disana dan melihat bagaimana sulitnya hidup mereka dan betapa besarnya keinginan mereka untuk merdeka. Bangsa yang selalu berpesta dan gembira layaknya budaya Portugis yang memang tertanam sudah mengakar dalam kehidupan mereka.
“Nanti jika kami sudah merdeka, bapak bole kembali dan ikut berpesta…tapi pesta kami tentu cara Porto,” ujar Fernando, pedagang sayuran yang saya temui saat itu di pusat kota Dili.
Hari-hari itu saya menyadari bahwa mereka memang sudah diambang kemerdekaan, apalagi sebagai orang yang sebenarnya apolitis, saya sangat mendukung bangsa itu untuk bisa lepas dari penjajahan kita.
“Naskah proklamasi saja isinya menentang penjajahan, kok sekarang kita malah tahan-tahan ngejajah orang?” ujar seorang aktivis NGO kawan saya yang saat itu sibuk berada antara Dili dan Baucau. Hari itu adalah hari-hari berat bagi Indonesia yang terus ditekan sana-sini untuk segera melepaskan Timor.
Belum lagi sikap Presiden BJ Habibie yang terbilang kontroversial untuk memberi mereka kesempatan referendum bisa dibilang sebagai hal paling kontroversial di dekade itu.
Seperti Kim yang menemukan bakat-bakat Sepakbola disana, saya juga pernah merasakan bermain Sepakbola dengan remaja-remaja di negeri berpenduduk sekitar 1 juta jiwa (data dari Wikipedia 2010).
Dengan berseloroh, saya saat itu berkata pada teman orang Indonesia “Jangan-jangan pas penyisihan Piala Dunia 2018, kita udah kalah sama mereka,” Andy teman saya tertawa, begitu juga anak-anak yang baru saja berlarian dengan bola di kakinya bersama saya. “Mana mungkin kak, Indonesia terlalu kuat bagi kami.”
Timor kemudian lepas dari Indonesia secara resmi di tahun 2002, Kim Sin Hwan yang gagal berbisnis disana sini datang ke negeri itu di tahun 2004. Hanya sebentar saja, ia menemukan gairah luar biasa bermain Sepakbola di negeri yang masih terus diliputi dendam.
Insting bisnisnya mengajak dirinya untuk membuka toko olahraga yang lalu gagal total karena terlalu mahal untuk ukuran negeri dengan pendapatan per kapita 542 US Dollar ini. Merasakan hawa dan aura Sepakbola yang tinggi, sekaligus keinginan untuk melatih tim nasional, Kim memutuskan untuk secara serius melatih dan memberi wawasa Sepakbola pada anak-anak Timor.
Diatas tanah yang berdebu dan coba membuang kebiasaan bermain tanpa sepatu, Kim menggembleng bocah-bocah Timor ini untuk menjadi pemain pantang menyerah. Dengan bantuan finansial dari negerinya, Kim membawa anak-anak yang semuanya bercita-cita untuk bermain di Liga Profesional di Indonesia ini ke Hiroshima, untuk sebuah kejuaraan junior Asia.
Hasilnya, mereka 6 kali berturut-turut memenangkan seluruh pertandingannya dan berhak untuk pulang bersama gelar. Saya tentu skeptis dengan gelar yang mereka raih saat itu, apalagi Kim Tae Gyun dalam filmnya ini sama sekali tidak menjelaskan sebesar apa level Rivelino Cup itu, kecuali penjelasan bahwa kejuaraan ini sudah memasuki edisi ke 6.
Tapi apa pentingnya lagi keabsahan dan keagungan turnamen tadi, jika 5 tahun kemudian di Solo, kaki-kaki lincah dari Timor itu mampu menaklukkan anak-anak Indonesia dan mendorong tim U-16 kita anjlok ke posisi juru kunci kejuaraan.
“Kami hanya makan nasi bungkus selama di pelatnas,” rengek anggota timnas U-16 seperti dilansir banyak media, atau “Gaji dan honor pelatih serta pemain terlambat!”
Well saudara-saudara sekalian, Kim Sin Hwan membentuk timnya dengan modal dengkulnya. Ia memberikan nyaris seluruh perlengkapan Sepakbolanya untuk kebutuhan tim junior negerinya Ramos Horta itu. Dengan segala kebesaran hati ia ‘mengemis’ kesana kesini agar anak-anak asuhnya bisa berangkat mengikuti kejuaraan. Ramos, Octavio, Tua dll pun berlatih di atas tanah merah berdebu, modal mereka hanya semangat!
Karena Ramos hanya hidup bersama kakaknya yang terus dipenuhi dendam kematian orang tuanya dan Tua adalah seorang bocah gelandangan. Mereka bahkan baru belajar bagaimana menggiring dan menendang bola dengan sepatu di tahun yang sama! Dengan segala keterbatasannya dan hanya bermodal makanan yang lebih brengsek dari nasi bungkus, mereka mampu pulang bersama gelar juara.
Kemudian beberapa tahun berselang anak-anak yang terus bermimpin untuk bisa bermain di Liga Profesional di Indonesia ini sanggup menaklukkan tim nasional dari negeri impian dan harapan mereka…Indonesia! (Ditulis Andibachtiar Yusuf dari Liverpool, Inggris)
READ MORE - Kaki-kaki Tanpa Sepatu

Lima Pemain Arema di Pelatnas

Badan Tim Nasional (BTN) PSSI telah menciutkan anggota Pelatnas yang didaftarkan ke Piala AFF dari 30 menjadi 25 pemain. Arema mengirimkan lima pemainnya, yakni Kurnia Meiga, Beny Wahyudi, Zulkifli, Ahmad Bustomi, dan Yongki Aribowo.
Yongki Aribowo, salah satu pemain Arema Indonesia yang dipanggil pelatih Alfred Riedl ke pelatnas timnas Piala AFF 2010. (foto: Adi Kusumajaya)

Dendi Santoso yang sempat diberitakan dipanggil pelatih timnas Alfred Riedl untuk menggantikan Budi Sudarsono akhirnya tak masuk dalam skuad pelatnas Merah Putih untuk Piala AFF 2010 ini.

“Kami telah mendaftarkan 25 pemain ke Panitia Piala AFF. Kami merasa lega diantara pemain tersebut termasuk Christian Gonzalez sebagai pemain naturalisasi pertama di Indonesia,” ujar Ketua BTN Iman Arif sebelum kemudian digantkan oleh Nirwan D Bakrie.

Penciutan pemain dari 30 menjadi 25 orang itu sesuai dengan prosedur yang harus dijalankan BTN dalam proses menyeleksi pemain. Nantinya BTN hanya akan mendaftarkan 22 pemain yang akan tampil di Piala AFF.

Pelatnas akan dimulai pada 8 November dan menjadwalkan tiga kali ujicoba. Uji coba pertama, Indonesia akan menghadapi Filipina pada 16 November di Jakarta. Selanjutnya, Indonesia akan melawan Hongkong (21/11) di Stadion Jakabaring Palembang dan melawan Taiwan (24/11) di Solo.

Berikut daftar 25 pemain timnas Piala AFF 2010:

Kiper: Markus Horison (Persib), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga (Arema)

Belakang: Nova Arianto (Persib), Maman Abdurahman (Persib), M Ridwan (Sriwijaya FC), Zulkifli Sukur (Arema), Beny Wahyudi (Arema), Hamka Hamzah (Persipura), M Roby (Persisam)

Tengah: Eka Ramdani (Persib), Arif Suyono (Sriwijaya FC), Firman Utina (Sriwijaya FC), Hariono (Persib), Octovianus Maniani (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Arema), M Nasuha (Persija), Octavianus (Persija), Slamet Riyadi (Persela)

Depan: Christian Gonzalez (Persib), Yongky Aribowo (Arema), Bambang Pamungkas (Persija), Tony Sucipto (Persija), Boaz Solossa (Persipura), Irfan Bachdim (Persema)

READ MORE - Lima Pemain Arema di Pelatnas